KAMI HADIR DENGAN 5 JAMINAN PASTI - OBATNYA LENGKAP - HARGANYA RELATIF MURAH - HANYA MENJUAL OBAT ASLI - LAYANAN KONSULTASI APOTEKER GRATIS - TERSEDIA LAYANAN ANTAR - HOTLINE CALL 0812-2978-4326



Friday, August 19, 2016

12 Gejala Penyakit Ginjal yang Tidak Boleh Anda Abaikan

Banyak orang yang tidak menyadari bahwa mereka sesungguhnya sedang terkena penyakit ginjal. Hal ini karena gejala atau tanda penyakit ginjal memang seringkali tidak tampak. Gejala penyakit ginjal mungkin saja tidak tampak hingga penyakitnya mencapai kondisi kritis. Tidak hanya orang yang tua atau terlihat lemah, penyakit ginjal juga rentan pada orang yang masih muda.

Mengetahui gejala-gejala dini penyakit ginjal adalah hal sangat penting, dengan begitu penyakit ginjal akan lebih efektif diobati. Penyebab sakit ginjal banyak sekali, penyebab utamanya adalah diabetes dan hipertensi. Gaya hidup yang tidak sehat dengan mengonsumsi makanan berkalori tinggi dan obat-obatan tertentu akan mempercepat kerusakan ginjal Anda. Selain itu, terlalu banyak meminum softdrink dan mengonsumsi gula juga dapat menyebabkan kerusakan ginjal. 

Berikut adalah 12 gejala yang menunjukkan bahwa ada sesuatu yang salah pada ginjal Anda:

Perubahan air kemih
Gejala awal penyakit ginjal adalah perubahan dalam jumlah dan frekuensi buang air kecil Anda. Mungkin akan terjadi peningkatan atau penurunan dalam jumlah dan frekuensi kemih Anda, terutama pada malam hari. Warna air kemih juga bisa terlihat lebih gelap dari biasanya. Anda mungkin juga merasa ingin buang air kecil, namun sesampai di kamar mandi Anda tidak dapat mengeluarkannya.

Sulit atau sakit saat kemih
Terkadang Anda akan mengalami kesulitan atau nyeri atau merasa adanya tekanan saat buang air kecil. Infeksi pada saluran kemih dapat menyebabkan gejala seperti rasa sakit dan terbakar saat buang air kecil. Ketika infeksi ini sudah menyebar ke ginjal, maka akan menyebabkan demam dan nyeri di punggung Anda.

Darah dalam air kemih
Ini merupakan gejala dari penyakit ginjal yang perlu mendapat perhatian lebih. Hal ini memang bisa saja disebabkan karena kondisi lain di luar penyakit ginjal. Namun sekali saja Anda mengalami hal ini, segera periksakan ke dokter.

Pembengkakan
Ginjal bertugas mengeluarkan sampah/limbah dan cairan berlebih dari tubuh Anda. Ketika ginjal tidak lagi mampu mengerjakan tugasnya dengan baik, maka cairan berlebih ini akan menumpuk dan menyebabkan pembengkakan di tangan, kaki, pergelangan kaki, bahkan di wajah Anda.

Kelelahan atau kelemahan yang ekstrem
Ginjal Anda memproduksi hormon yang disebut eritropoietin yang membantu dalam proses pembentukan sel darah merah yang tugasnya membawa oksigen ke seluruh tubuh. Pada penyakit ginjal, yang kurang memproduksi eritropoietin, akan terjadi penurunan jumlah sel darah merah sehingga menyebabkan anemia. Pengiriman oksigen ke sel-sel akan menurun dan akhirnya menyebabkan kelemahan dan kelelahan yang ekstrem.

Pusing atau ketidakmampuan untuk berkonsentrasi
Anemia yang terkait dengan penyakit ginjal juga akan menyebabkan suplai oksigen ke otak Anda berkurang, yang akhirnya akan menyebabkan pusing dan masalah dengan konsentrasi.

Perasaan dingin sepanjang waktu
Jika Anda menderita penyakit ginjal, Anda mungkin akan merasakan perasaan dingin bahkan ketika berada di tempat yang hangat, hal ini juga terkait dengan anemia. Pielonefritis (infeksi ginjal) akan menyebabkan demam yang disertai perasaan menggigil.

Ruam kulit dan gatal-gatal
Ginjal yang gagal artinya tidak mampu membuang kotoran, sampah, limbah dari tubuh Anda. Akibatnya akan terjadi gatal dan ruam kulit yang parah.

Mulut atau napas beraroma amonia atau logam
Gagal ginjal akan meningkatkan kadar urea dalam darah, disebut uremia. Urea ini akan dipecah menjadi amonia oleh saliva (air liur) yang akhirnya menimbulkan bau amonia atau urin pada mulut atau napas. Penderita gagal ginjal biasanya juga merasakan rasa logam di mulut (dysgeusia).

Mual dan muntah
Penumpuk sampah dan limbah dalam darah pada penyakit ginjal akan menyebabkan perasaan mual dan muntah.

Sesak napas
Penyakit ginjal menyebabkan cairan menumpuk di paru-paru, dan terjadi anemia yang menyebabkan tubuh Anda kekurangan oksigen. Anda mungkin mengalami kesulitan bernapas.

Nyeri pada sisi atau belakang
Sebagian kasus penyakit ginjal akan menimbulkan rasa sakit. Anda mungkin merasakan nyeri hebat yang menyebar dari punggung bawah ke pangkal paha jika ada batu ginjal di ureter. Nyeri ini juga bisa terjadi karena penyakit ginjal polikistik, gangguan ginjal warisan (keturunan), yang menyebabkan banyak kista yang berisi cairan pada ginjal. Interstitial cystitis, radang kronis pada dinding kandung kemih, akan menyebabkan rasa sakit dan ketidaknyamanan yang kronis.

Sangat penting untuk mengetahui gejala-gejala awal penyakit ginjal karena dalam banyak kasus ginjal yang rusak tidak dapat disembuhkan. Segera periksakan ke dokter apabila Anda mengalami satu atau beberapa gejala diatas. Jika diketahui sejak dini, penyakit ginjal bisa diobati dengan efektif.

Friday, August 5, 2016

Jangan Abaikan Pentingnya Medical Check-up

Masyarakat urban masa kini sering kali meremehkan pentingnya memeriksakan kesehatan mereka secara berkala, sebab asumsi umum yang berkembang ialah orang-orang hanya akan mendatangi tenaga medik jika terjatuh sakit. Namun ternyata paham tersebut adalah salah besar.

Medical check-up atau pemeriksaan kesehatan adalah salah satu upaya untuk mendeteksi adanya kelainan yang terjadi pada tubuh manusia, walaupun belum timbul gejala.

Menurut Dr. dr. Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH, MMB, FINASIM, FACP, seorang praktisi klinis sekaligus dosen Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) RSCM, mengatakan, "Beberapa keadaan sakit hanya akan diketahui kalau kita melakukan check-up."

Dokter Ari pun menerangkan beberapa penyakit tidak menular (PTM) seperti kencing manis (DM), kadar kolesterol dan trigliserida yang tinggi, kadar asam urat yang tinggi, hipertensi, dan gangguan jantung, akan hanya terdeteksi melalui pemeriksaan apotek terdekat dan laboratorium.

Namun, banyak dari masyarakat khususnya di ibukota Jakarta yang masih kurang sadar dalam melakukan pemeriksaan kesehatan berkala, yang bisa menyebabkan PTM serius seperti diabetes, obesitas, dan hipertensi semakin meningkat.

Dokter Ari pun menyarankan untuk orang dewasa berusia 40 tahun ke atas agar rutin melakukan pemeriksaan kesehatan untuk mencegah berkembangnya PTM dalam tubuh.