KAMI HADIR DENGAN 5 JAMINAN PASTI - OBATNYA LENGKAP - HARGANYA RELATIF MURAH - HANYA MENJUAL OBAT ASLI - LAYANAN KONSULTASI APOTEKER GRATIS - TERSEDIA LAYANAN ANTAR - HOTLINE CALL 0812-2978-4326



Friday, December 23, 2016

7 Gejala dan Tanda Penurunan Kesehatan yang Tidak Boleh Diabaikan

Nyeri dada, hilang penglihatan tiba-tiba, dan sakit perut yang hebat memerlukan perawatan medis segera, tapi bagaimana dengan gejala-gejala lainnya yang dianggap lebih ringan? Apakah gejala-gejala tersebut tidak berbahaya dan boleh diabaikan? Berikut ini adalah tujuh gejala dan tanda yang layak mendapatkan perhatian medis segera.

1. Berat badan turun yang tidak diketahui penyebabnya
Turunnya berat badan tanpa bersusah payah mungkin terdengar seperti mimpi di siang bolong, namun sebenarnya kondisi ini dapat menandakan adanya masalah kesehatan yang serius. Jika Anda kehilangan lebih dari 10 persen berat badan selama enam bulan terakhir, segeralah berkonsultasi dengan dokter.
Penurunan berat badan yang tidak diketahui penyebabnya bisa jadi disebabkan beberapa kondisi kesehatan yang serius, seperti hipertiroidisme (kelenjar tiroid yang terlalu aktif), diabetes, depresi, penyakit hati, kanker, dan gangguan penyerapan nutrisi tubuh (gangguan malabsorpsi).

2. Demam tinggi atau persisten
Demam tidak selalu menjadi alarm dari suatu kondisi yang berbahaya. Demam merupakan respon tubuh dalam memerangi infeksi. Demam persisten (menetap/berkepanjangan) dapat menandakan adanya infeksi tersembunyi, mulai dari infeksi pada saluran kemih hingga tuberkolosis (TBC). Pada beberapa kasus, kondisi keganasan (kanker) - seperti limfoma - dapat menyebabkan demam yang berkepanjangan atau demam persisten.

Segera hubungi dokter jika suhu tubuh Anda mencapai 39,4°C atau lebih, atau jika Anda telah mengalami demam selama lebih dari tiga hari.

3. Sesak napas
Sesak napas bisa jadi merupakan gejala dari suatu kondisi kesehatan. Berolahraga berat, suhu yang ekstrem, obesitas dan berada di ketinggian tinggi dapat menyebabkan sesak napas. Di luar kondisi-kondisi tersebut, sesak napas mungkin merupakan gejala dari suatu kondisi kesehatan yang serius. Jika Anda mengalami sesak napas yang tidak diketahui penyebabnya, terutama jika muncul secara tiba-tiba dan hebat, segeralah cari perawatan medis.

Penyebab sesak napas bisa jadi adalah karena penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), bronkitis, asma, pneumonia, bekuan darah di paru-paru (emboli paru), seta masalah pada jantung dan paru-paru lainnya. Kesulitan bernapas juga dapat disebabkan oleh serangan panik - kecemasan tiba-tiba yang memicu reaksi fisik yang hebat.

4. Perubahan kebiasaan buang air besar
Rutinitas dan perilaku buang air besar pada tiap-tiap orang dapat berbeda-beda. Namun segera berkonsultasi dengan dokter jika Anda mengalami perubahan dalam buang air besar, seperti:
Tinja berwarna hitam atau tinja mengandung darah
Sembelit atau diare persisten.
Perubahan kebiasaan buang air besar bisa jadi merupakan tanda adanya infeksi bakteri - seperti campylobacter atau salmonella - atau infeksi virus atau parasit. Penyebab lainnya yang mungkin adalah penyakit iritasi usus besar dan kanker usus besar.

5. Linglung atau perubahan kepribadian
Segera cari perhatian medis jika secara mendadak Anda mengalami:
Ketidakmampuan berpikir (kemampuan berpikir buruk)
Kesulitan fokus, atau mempertahankan atau mengalihkan perhatian
Perubahan perilaku.
Perubahan-perubahan ini bisa disebabkan oleh berbagai masalah kesehatan, seperti infeksi, gizi buruk, gangguan kesehatan mental atau karena obat-obatan.

6. Perut terasa penuh
Jika Anda secara konsisten merasa perut Anda selalu penuh atau baru makan sedikit sudah terasa kenyang, segera periksakan diri ke dokter. Kondisi cepat kenyang kadangkala disertai dengan mual, muntah, kembung atau penurunan berat badan.
Kemungkinan penyebab cepat kenyang adalah penyakit gastroesophageal reflux (GERD) dan tukak lambung. Pada beberapa kasus, kondisi cepat kenyang disebabkan oleh masalah kesehatan yang lebih serius, seperti kanker pankreas.

7. Melihat kilatan cahaya
Jika Anda melihat adanya titik terang atau cahaya yang berkedip (padahal sebenarnya tidak ada), maka ini mungkin menandakan kondisi migrain. Pada kasus lain, melihat kilatan cahaya yang tiba-tiba bisa jadi merupakan sinyal dari ablasi retina (lepasnya retina). Jika hal ini terjadi, segeralah cari perawatan medis demi mencegah kehilangan penglihatan permanen.

Friday, December 9, 2016

Mati Itu Pasti, Tapi Maukah Kehilangan Nyawa Gara-gara Merokok?

Lebih dari 217.400 orang Indonesia meninggal akibat penyakit terkait tembakau tiap tahun berdasarkan data The Tobacco Atlas 2015. Namun, ketika perokok diberitahu bahwa merokok itu mematikan, sebagian perokok menjawab santai : merokok mati, tidak merokok juga mati.
 
Lalu apa tanggapan Kementerian Kesehatan terkait hal ini?

"Kematian adalah suatu kepastian dalam hidup. Tapi jangan jadikan mati sebagai tameng agar bisa tetap merokok. Memang Anda mau meninggal dalam kondisi menyedihkan akibat merokok?," tutur Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI, Muhammad Subuh di Jakarta.

Seperti diketahui banyak orang, merokok meningkatkan risiko terkena kanker paru-paru, kanker laring, dan penyakit jantung koroner.

"Jadi apa Anda mau mati dalam kualitas hidup tidak bagus? Misalnya mati karena kanker paru atau mati dengan disabilitas karena stroke? Tentu tidak bukan," kata Subuh usai puncak "Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2016" di Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Kanker paru, kanker laring, dan penyakit jantung koroner hanyalah tiga dari sekian banyaknya masalah kesehatan yang disebabkan oleh rokok dan asap rokok. Selain itu ada infeksi salurana pernapasan bawah, asma, efek reproduksi bagi wanita, stroke dan iritasi hidung pada orang dewasa.

Bukan hanya perokok aktif yang meninggal dengan aneka penyakit akibat kebiasaan buruk tersebut, tapi juga perokok pasif. Secara global, paparan asap rokok menyebabkan kematian pada lebih dari 600.000 non-perokok di 2010.