KAMI HADIR DENGAN 5 JAMINAN PASTI - OBATNYA LENGKAP - HARGANYA RELATIF MURAH - HANYA MENJUAL OBAT ASLI - LAYANAN KONSULTASI APOTEKER GRATIS - TERSEDIA LAYANAN ANTAR - HOTLINE CALL: 0852-1841-1941



Friday, December 23, 2016

7 Gejala dan Tanda Penurunan Kesehatan yang Tidak Boleh Diabaikan

Nyeri dada, hilang penglihatan tiba-tiba, dan sakit perut yang hebat memerlukan perawatan medis segera, tapi bagaimana dengan gejala-gejala lainnya yang dianggap lebih ringan? Apakah gejala-gejala tersebut tidak berbahaya dan boleh diabaikan? Berikut ini adalah tujuh gejala dan tanda yang layak mendapatkan perhatian medis segera.

1. Berat badan turun yang tidak diketahui penyebabnya
Turunnya berat badan tanpa bersusah payah mungkin terdengar seperti mimpi di siang bolong, namun sebenarnya kondisi ini dapat menandakan adanya masalah kesehatan yang serius. Jika Anda kehilangan lebih dari 10 persen berat badan selama enam bulan terakhir, segeralah berkonsultasi dengan dokter.
Penurunan berat badan yang tidak diketahui penyebabnya bisa jadi disebabkan beberapa kondisi kesehatan yang serius, seperti hipertiroidisme (kelenjar tiroid yang terlalu aktif), diabetes, depresi, penyakit hati, kanker, dan gangguan penyerapan nutrisi tubuh (gangguan malabsorpsi).

2. Demam tinggi atau persisten
Demam tidak selalu menjadi alarm dari suatu kondisi yang berbahaya. Demam merupakan respon tubuh dalam memerangi infeksi. Demam persisten (menetap/berkepanjangan) dapat menandakan adanya infeksi tersembunyi, mulai dari infeksi pada saluran kemih hingga tuberkolosis (TBC). Pada beberapa kasus, kondisi keganasan (kanker) - seperti limfoma - dapat menyebabkan demam yang berkepanjangan atau demam persisten.

Segera hubungi dokter jika suhu tubuh Anda mencapai 39,4°C atau lebih, atau jika Anda telah mengalami demam selama lebih dari tiga hari.

3. Sesak napas
Sesak napas bisa jadi merupakan gejala dari suatu kondisi kesehatan. Berolahraga berat, suhu yang ekstrem, obesitas dan berada di ketinggian tinggi dapat menyebabkan sesak napas. Di luar kondisi-kondisi tersebut, sesak napas mungkin merupakan gejala dari suatu kondisi kesehatan yang serius. Jika Anda mengalami sesak napas yang tidak diketahui penyebabnya, terutama jika muncul secara tiba-tiba dan hebat, segeralah cari perawatan medis.

Penyebab sesak napas bisa jadi adalah karena penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), bronkitis, asma, pneumonia, bekuan darah di paru-paru (emboli paru), seta masalah pada jantung dan paru-paru lainnya. Kesulitan bernapas juga dapat disebabkan oleh serangan panik - kecemasan tiba-tiba yang memicu reaksi fisik yang hebat.

4. Perubahan kebiasaan buang air besar
Rutinitas dan perilaku buang air besar pada tiap-tiap orang dapat berbeda-beda. Namun segera berkonsultasi dengan dokter jika Anda mengalami perubahan dalam buang air besar, seperti:
Tinja berwarna hitam atau tinja mengandung darah
Sembelit atau diare persisten.
Perubahan kebiasaan buang air besar bisa jadi merupakan tanda adanya infeksi bakteri - seperti campylobacter atau salmonella - atau infeksi virus atau parasit. Penyebab lainnya yang mungkin adalah penyakit iritasi usus besar dan kanker usus besar.

5. Linglung atau perubahan kepribadian
Segera cari perhatian medis jika secara mendadak Anda mengalami:
Ketidakmampuan berpikir (kemampuan berpikir buruk)
Kesulitan fokus, atau mempertahankan atau mengalihkan perhatian
Perubahan perilaku.
Perubahan-perubahan ini bisa disebabkan oleh berbagai masalah kesehatan, seperti infeksi, gizi buruk, gangguan kesehatan mental atau karena obat-obatan.

6. Perut terasa penuh
Jika Anda secara konsisten merasa perut Anda selalu penuh atau baru makan sedikit sudah terasa kenyang, segera periksakan diri ke dokter. Kondisi cepat kenyang kadangkala disertai dengan mual, muntah, kembung atau penurunan berat badan.
Kemungkinan penyebab cepat kenyang adalah penyakit gastroesophageal reflux (GERD) dan tukak lambung. Pada beberapa kasus, kondisi cepat kenyang disebabkan oleh masalah kesehatan yang lebih serius, seperti kanker pankreas.

7. Melihat kilatan cahaya
Jika Anda melihat adanya titik terang atau cahaya yang berkedip (padahal sebenarnya tidak ada), maka ini mungkin menandakan kondisi migrain. Pada kasus lain, melihat kilatan cahaya yang tiba-tiba bisa jadi merupakan sinyal dari ablasi retina (lepasnya retina). Jika hal ini terjadi, segeralah cari perawatan medis demi mencegah kehilangan penglihatan permanen.

Friday, December 9, 2016

Mati Itu Pasti, Tapi Maukah Kehilangan Nyawa Gara-gara Merokok?

Lebih dari 217.400 orang Indonesia meninggal akibat penyakit terkait tembakau tiap tahun berdasarkan data The Tobacco Atlas 2015. Namun, ketika perokok diberitahu bahwa merokok itu mematikan, sebagian perokok menjawab santai : merokok mati, tidak merokok juga mati.
 
Lalu apa tanggapan Kementerian Kesehatan terkait hal ini?

"Kematian adalah suatu kepastian dalam hidup. Tapi jangan jadikan mati sebagai tameng agar bisa tetap merokok. Memang Anda mau meninggal dalam kondisi menyedihkan akibat merokok?," tutur Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI, Muhammad Subuh di Jakarta.

Seperti diketahui banyak orang, merokok meningkatkan risiko terkena kanker paru-paru, kanker laring, dan penyakit jantung koroner.

"Jadi apa Anda mau mati dalam kualitas hidup tidak bagus? Misalnya mati karena kanker paru atau mati dengan disabilitas karena stroke? Tentu tidak bukan," kata Subuh usai puncak "Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2016" di Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Kanker paru, kanker laring, dan penyakit jantung koroner hanyalah tiga dari sekian banyaknya masalah kesehatan yang disebabkan oleh rokok dan asap rokok. Selain itu ada infeksi salurana pernapasan bawah, asma, efek reproduksi bagi wanita, stroke dan iritasi hidung pada orang dewasa.

Bukan hanya perokok aktif yang meninggal dengan aneka penyakit akibat kebiasaan buruk tersebut, tapi juga perokok pasif. Secara global, paparan asap rokok menyebabkan kematian pada lebih dari 600.000 non-perokok di 2010.

Friday, November 18, 2016

Ini Kunci Sehat Bugar di Usia Lanjut

Lanjut usia atau lansia berada pada risiko tinggi menderita berbagai penyakit. Ini lantaran lansia memiliki daya tahan tubuh yang cenderung lemah.

Padahal, kata Ketua Pergemi (Persatuan Gerontologi Medik Indonesia), Prof. Dr. dr Siti Setiati, SpPD-KGer, ada cara mudah yang bisa dilakukan sejak muda agar terhindar berbagai penyakit saat lansia.
"Kuncinya adalah bahagia. Bukan hanya bahagia dalam arti sebenarnya, tapi ini ada singkatannya yang berisi rumus untuk produktif meski sudah berusia lanjut," ujar Profesor yang akrab disapa Ati ini pada temu media peringatan Hari Lansia di Kemenkes, baru-baru ini.

Lalu, apa makna lain dari Bahagia yang dimaksud Prof Ati? Berikut penjelasannya.

B: Berat badan harus dikontrol. Jika terlalu gemuk maka harus dikurangi, dan bila terlalu kurus harus ditambah. Pasalnya obesitas menjadi faktor risiko dari berbagai penyakit. Sedangkan terlalu kurus dikaitkan dengan kondisi kurang gizi yang memicu beragam penyakit.

A: Atur makanan. Konsumsi gizi lengkap dan seimbang sedari muda untuk memenuhi nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Tubuh yang sehat menjadi investasi masa depan yang tidak ternilai harganya.

H: Hindari faktor risiko dan kelola penyakit kronis. Berbagai penyakit yang biasa menyerang di usia lanjut memiliki faktor risiko tersendiri. Cobalah untuk menghindari masing-masing faktor risiko sehingga berbagai penyakit kronis bisa dicegah.

A: Agar terus bahagia, kembangkan hobi yang bermanfaat. Apapun hobi yang Anda senangi akan lebih bermanfaat bagi kesehatan fisik dan mental dibandingkan tidak memiliki hobi sama sekali. Selain itu, memiliki hobi juga dapat membuat kita tergabung dalam komunitas dan memiliki banyak teman.

G: Gerakkan badan secara teratur sesuai kemampuan. Lakukan aktivitas fisik yang Anda senangi minimal 30 menit per hari selama lima kali seminggu.

I: Iman dan takwa harus ditingkatkan. Selain itu penting untuk kelola stres dan terus berpikiran positif.

A: Awasi kesehatan dengan pemeriksaan secara berkala. Pemeriksaan kesehatan secara rutin dapat membantu Anda mendeteksi adanya penyakit secara dini sehingga tingkat kesembuhannya bisa lebih tinggi dibandingkan menunda pengobatan.


Friday, November 4, 2016

Bulan Hipertensi, Saatnya Rutin Cek Tekanan Darah dan Denyut Nadi

Hipertensi merupakan silent killer. Tidak ada yang mengetahui kapan Hipertensi akan terjadi. Untuk itu, tingkatkan self awareness (kepedulian) dalam mengenali dan mencegah Hipertensi melalui deteksi dini berupa pengukuran tekanan darah secara rutin minimal sebulan sekali.

Demikian pernyataan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI, dr. H. Mohamad Subuh, MPPM pada kegiatan Temu Media bertajuk “Ketahui Tekanan Darahmu” di Kantor Ditjen P2P Kemenkes RI di Kawasan Percetakan Negara, Jakarta Pusat, Senin siang. Kegiatan temu media tersebut diselenggarakan sehari menjelang peringatan Hari Hipertensi Sedunia yang diperingati setiap tanggal 17 Mei setiap tahunnya.

Sebenarnya, tidak ada alasan bahwa deteksi dini hipertensi sulit dilakukan. Masyarakat dapat dengan mudah mengukur tekanan darahnya di fasilitas kesehatan tingkat satu seperti Puskesmas atau kegiatan pos pembinaan terpadu (Posbindu) yang banyak tersebar di masyarakat.

“Masyarakat kita mampu membeli gadget yang bernilai jutaan, padahal tensimeter harganya hanya ratusan ribu dan bisa bermanfaat untuk digunakan oleh seluruh keluarga”, ungkapnya.
Menurut dr. Subuh, self awareness masyarakat masih belum tumbuh, ditandai dengan kebiasaan berobat dan mencari pengobatan hanya pada saat sakit, sulit memulai untuk mencegah.

“Jangankan rutin mengukur tekanan darah menggunakan tensimeter, hari ini siapa yang sudah mengukur nadi sendiri? Mengukur nadi tanpa harus menggunakan alat. Itu salah satu bentuk self awareness”, terang dr. Subuh.

Dengan mengusung tagline “Ketahui Tekanan Darahmu”, mulai tahun 2016, setiap tanggal 17 Mei s.d 17 Juni dinamakan sebagai Bulan Hipertensi. Kementerian Kesehatan RI mengimbau kepada Pemerintah Daerah, Kementerian dan Lembaga untuk menyediakan pojok-pojok pemeriksaan Hipertensi.

Dibutuhkan upaya bersama untuk menyadarkan masyarakat agar senantiasa melindungi diri dan keluarga dari penyakit tidak menular (PTM) dengan cara membiasakan berperilaku CERDIK, yang merupakan kepanjangan dari: Cek kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet sehat dan seimbang, Istirahat cukup, dan Kelola stress.

Sementara itu, President Elect Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI), DR. Dr. Ismoyo Sunu, SpJP(K), FIHA, FAsCC, menerangkan bahwa standar tekanan darah yang normal adalah 120-129 mmHg, sedangkan dikatakan kategori normal tinggi jika tekanan darah antara 130 sampai 139 mmHg.

“HKategori normal tinggi harus mulai diwaspadai sebagai peringatan”, katanya.
Selanjutnya, orang yang tekanan darahnya mencapai 140 – 159 mmHg sudah masuk dalam kategori Hipertensi derajat satu, sementara tekanan darah 160 – 179 mmHg masuk ke dalam kategori Hipertensi derajat dua. Apabila tekanan darah >180 mmHg dimasukkan ke dalam kategori Hipertensi derajat tiga.

“Secara awam, tekanan darah yang normal adalah 120 mmHg setiap kali jantung berdetak (sistolik) dan 80 mmHg saat berada dalam kondisi relaksasi (diastolik), tandasnya.

Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Halo Kemkes melalui nomor hotline (kode lokal) 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email kontak@kemkes.go.id.

Friday, October 21, 2016

Gejala dan Penyebab Tekanan Darah Rendah (Hipotensi)

Jika Anda mengalami tekanan darah rendah, hal ini berarti tekanan darah Anda lebih rendah dari biasanya, dan dapat menyebabkan gejala, seperti pingsan. Sebenarnya tidak masalah memiliki tekanan darah yang rendah, asalkan tidak terlalu rendah sehingga suplai darah ke organ vital Anda menjadi berkurang.

Tekanan darah adalah ukuran kekuatan darah pada dinding arteri yang mana darah dipompa ke seluruh tubuh. Tekanan darah dipengaruhi oleh kekuatan jantung saat memompa, ukuran dan fleksibilitas arteri yang membawa darah. Tekanan darah dapat berubah sepanjang hari. Biasanya tekanan darah akan lebih rendah pada saat tidur dan naik pada saat bangun.

Tekanan darah dinyatakan dengan dua angka, misalnya 120/80mmHg (milimeter air raksa). Angka pertama menunjukkan tekanan maksimum ketika jantung berkontraksi, ini disebut tekanan sistolik (tekanan atas). Angka kedua menunjukkan tekanan minimum jantung saat rileks, ini disebut tekanan diastolik (tekanan bawah).

Jika tekanan darah Anda terlalu tinggi (hipertensi), Anda berisiko mengalami penyakit tertentu, seperti penyakit jantung koroner dan stroke. Jika tekanan darah Anda rendah, maka risiko untuk terkena penyakit-penyakit ini juga menurun. Tekanan darah yang ideal untuk orang dewasa adalah antara 90/60 dan 120/80 mmHg.

Sebenarnya tidak ada standar pasti untuk ukuran normal tekanan darah rendah. Jika tekanan darah sistolik lebih rendah dari 90, kondisi ini biasanya dihukumi dengan tekanan darah rendah. Namun, tekanan darah di bawah ini mungkin saja normal pada sebagian orang, sedangkan yang lainnya mungkin mengalami gejala tekanan darah rendah pada ukuran tekanan darah ini. Hal ini tergantung dari beberapa faktor. Misalnya, tekanan darah wanita hamil biasanya lebih rendah, terutama pada pertengahan kehamilan, dan ini umum terjadi. Tekanan darah rendah hanya dianggap sebagai masalah jika Anda mengalami gejala-gejalanya.

Jika tekanan darah lebih rendah dari tekanan darah Anda biasanya, maka dapat menyebabkan kurangnya darah yang dipompa ke seluruh tubuh. Ini dapat menyebabkan organ-organ vital seperti otak kekurangan oksigen (salah satu fungsi utama darah adalah mengangkut oksigen). Kondisi inilah yang seringkali menyebabkan penderitanya pingsan.

Gejala tekanan darah rendah
Jika secara alami tekanan darah Anda memang rendah, sangat mungkin Anda tidak akan mengalami gejalanya, hal ini tidak perlu dikhawatirkan. Namun jika tekanan darah Anda lebih rendah biasanya, ini dapat menyebabkan gejala-gejala seperti:

  1. Pusing
  2. Pingsan
  3. Nyeri dada
  4. Kaki dan tangan dingin
  5. Palpitasi (denyut jantung lebih kuat)
  6. Merasa sakit
  7. Penglihatan kabur
  8. Merasa bingung atau tidak mampu berkonsentrasi.

Gejala-gejala ini biasanya paling sering muncul ketika Anda bangun dari duduk atau berbaring. Biasanya gejalanya berlangsung selama beberapa detik atau menit. Ini disebut dengan hipotensi postural (ortostatik). Jika Anda cenderung mengalami gejala-gejala tersebut setelah makan, ini disebut dengan hipotensi postprandial.

Diagnosis tekanan darah rendah
Untuk mendiagnosis tekanan darah rendah, dokter akan bertanya mengenai gejala dan memeriksa Anda. Ia akan mengukur tekanan darah Anda menggunakan alat yang disebut sphygmomanometer (sering kita sebut dengan tensimeter). Sphygmomanometer yang digunakan dapat berupa sphygmomanometer otomatis (digital) atau manual.

Jika Anda mengalami gejala hipotensi postural, dokter juga akan mengukur tekanan darah saat Anda duduk atau berbaring kemudian berdiri. Jika tekanan darah jauh lebih rendah saat Anda berdiri dibandingkan saat duduk atau berbaring, ini menunjukkan Anda mengalami hipotensi postural.

Dokter juga mungkin akan melakukan tes yang disebut dengan "tilt test" untuk mengetahui penyebab gejala yang Anda alami. Biasanya test ini hanya dilakukan di rumah sakit. Anda akan diperintahkan untuk perlahan-lahan miring dari berbaring ke posisi tegak di atas meja. Selama itu, tekanan darah, denyut dan irama jantung akan dipantau.

Pengobatan tekanan darah rendah
Tidak perlu mendapatkan perawatan jika secara alami tekanan darah Anda memang rendah atau tidak mengalami gejala apapun. Namun jika Anda mengalami gejala-gejalanya, pengobatannya akan tergantung dari penyebabnya. Sebagai contoh, turunnya tekanan darah disebabkan karena Anda mengonsumsi obat diuretik, maka hanya perlu menghentikannya atau menggantinya.

Perawatan sendiri
Ada beberapa langkah perawatan sendiri yang dapat membantu Anda jika mengalami dua jenis hipotensi yang kami sebutkan di atas.
Jika Anda mengalami hipotensi postural, dokter mungkin akan menyarankan beberapa langkah berikut:

  1. Berdiri perlahan-lahan dari duduk atau berbaring, terutama pada saat bangun pertama kali.
  2. Cobalah untuk menyilangkan kaki saat berdiri, berdiri diujung jari kaki dan tekanan pada otot kaki. Ini dapat membantu aliran darah kembali ke jantung lebih cepat dan mengurangi gejala saat berdiri.
  3. Pastikan minum cukup cairan dan jauhi alkohol.
  4. Angkat sedikit bagian kepala saat tidur.

Dokter mungkin juga akan menyarankan agar Anda mengubah pola makan yang berupa diet tinggi garam. Namun hal ini hanya boleh dilakukan dengan pengawasan dokter karena kondisi Anda harus terus dipantau.
Jika Anda mengalami hipotensi postprandial, dokter mungkin akan menyarankan untuk:

  1. Makan sedikit tapi sering.
  2. Berbaring setelah makan.
  3. Langkah-langkah ini mungkin tidak cocok untuk semua orang. Tanyakan kepada dokter mengenai saran terbaik untuk Anda.

Obat-obatan
Terkadang, dokter umum atau spesialis meresepkan obat jika perawatan rumahan tidak menghentikan gejala tekanan darah rendah. Obat-obat yang biasa diberikan adalah obat yang:

  1. Meningkatkan kuantitas garam di dalam tubuh
  2. Membuat pembuluh darah menyempit.
  3. Penyebab tekanan darah rendah

Jika tekanan darah Anda rendah, namun Anda tidak mengalami gejala apapun, maka sangat mungkin tidak ada penyebab yang mendasarinya. Tekanan darah seperti ini berarti tekanan darah yang normal untuk Anda.
Turunnya tekanan darah secara tiba-tiba yang biasanya bersifat sementara dapat menyebabkan gejala, seperti pingsan. Istilah medis untuk ini adalah sinkop (syncope). Sekitar setengah dari kita mengalami hal ini di beberapa titik kehidupan kita. Beberapa hal yang dapat menyebabkannya adalah:

  1. Berdiri dalam waktu yang lama di lingkungan yang panas
  2. Mengalami dehidrasi
  3. Rasa sakit
  4. Emosi yang kuat
  5. Fobia - misalnya takut melihat darah.

Jika tekanan darah Anda rendah dan selalu menimbulkan gejala, mekanisme tubuh yang mengontrol tekanan darah dalam tubuh Anda mungkin tidak bekerja dengan benar. Kondisi ini menyebabkan turunnya tekanan darah.

Jika Anda mengalami hipotensi postural, tubuh tidak merespon cukup cepat saat berdiri, menyebabkan darah tertinggal di kaki. Ini berarti bahwa darah yang kembali ke jantung kurang, sehingga tidak banyak darah yang dapat dipompa oleh jantung, menyebabkan tekanan darah turun. Hipotensi postprandial terjadi ketika darah mengalir ke sistem pencernaan setelah Anda makan. Tubuh Anda tidak merespon dengan cara yang biasa untuk menjaga tekanan darah di seluruh tubuh.

Ada beberapa kondisi yang mungkin mendasari tekanan darah rendah Anda, beberapa diantaranya:

  1. Cedera atau luka bakar, yang menyebabkan kehilangan darah atau cairan
  2. Dehidrasi
  3. Infeksi berat
  4. Reaksi alergi hebat (anafilaksis)
  5. Masalah jantung, seperti gagal jantung, serangan jantung dan aritmia
  6. Obat-obatan tertentu, termasuk obat untuk masalah jantung dan tekanan darah tinggi, dan beberapa antidepresan
  7. Kondisi yang mempengaruhi sistem saraf, seperti penyakit Parkinson dan diabetes tipe 1 dan tipe 2
  8. Kondisi yang melibatkan hormon, contoh penyakit addison di mana tubuh tidak menghasilkan cukup hormon kortisol
  9. Terlalu lama bed rest (istirahat total).

Friday, October 7, 2016

Agar Sehat, Rutinlah Cek Tekanan Darah

Menteri Kesehatan Nila F Moeloek mengingatkan pentingnya masyarakat rutin mengecek tekanan darah. Dengan rutin mengukur tekanan darah, bukan hanya mencegah hipertensi atau tekanan darah tinggi, tetapi sekaligus dapat mencegah munculnya berbagai penyakit.

"Seandainya seluruh organisasi masyarakat mengingatkan, mengedukasi seluruh masyarakat mau periksa tekanan darah, saya kira ini bisa menekan jumlah penyakit dan kematian," kata Nila di Gedung Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan.

hipertensi bisa memicu berbagai penyakit, seperti jantung, stroke, diabetes melitus, hingga ginjal. Sejumlah penyakit tersebut pun termasuk dalam beban biaya penyakit yang paling tinggi.
"Nomor satu itu penyakit jantung, Kalau kita lihat mundur ke belakang mengapa kita sakit jantung, tentu dari berbagai sebab. Tetapi, background-nya yang terbanyak karena hipertensi," lanjut Nila.

Rutin memeriksa tekanan darah dapat dilakukan satu bulan sekali. Nila juga mengingatkan pentingnya memeriksa tekanan darah pada ibu hamil. Selain itu, pencegahan penyakit tentunya harus dibarengi dengan menerapkan pola hidup sehat.

Nila mengatakan, saat ini pemerintah mengedepankan pentingnya melakukan edukasi dan pencegahan. "Kita tidak menunggu orang menjadi sakit, tapi bagaimana kita mencegahnya," kata dia.

Bertepatan dengan Hari hipertensi Sedunia pada 17 Mei 2016, Kementerian Kesehatan pun menggelar Bulan Pengukuran Tekanan Darah di sejumlah fasilitas kesehatan hingga ruang publik. Untuk diketahui, tekanan dikatakan normal jika tekanan darah sistolik kurang dari 120 mmHG dan tekanan darah diastolik kurang dari 80 mmHG.

Dikatakan pra-hipertensi jika tekanan darah sistolik mencapai 120-139 mmHG dan tekanan darah diastolik 80-90 mmHG. Jika tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHG dan diastolik lebih dari 90 mmHG maka sudah termasuk tekanan darah tinggi atau hipertensi.

Friday, September 23, 2016

Jangan Telat! Ibu Hamil Perlu Lakukan Tes Diabetes

Jakarta, Ketika seorang wanita hamil dirinya dapat mengalami gejala diabetes khusus yang disebut diabetes gestational. Seperti halnya preeklampsia atau hipertensi saat hamil, diabetes gestational juga cuma muncul saat hamil dan kembali normal saat sudah melahirkan.

Bahaya dari diabetes gestational bila tak terkontrol bisa berdampak pada janin memengaruhi perkembangannya. Pada skenario terburuk bahkan diketahui bisa menyebabkan kematian janin tiba-tiba.

Oleh karena itu wanita hamil sering disarankan melakukan pemeriksaan kesehatan untuk mendeteksi dini apa bila ada sesuatu hal yang tak normal. Khusus diabetes gestational, kondisi seharusnya sudah bisa dideteksi secepatnya pada minggu ke-24 kehamilan namun sayang nyatanya tak demikian.

Studi yang dilakukan oleh University of Cambridge pada 4.069 wanita hamil melihat kebanyakan diabetes gestational terdiagnosa pada minggu ke-28 kehamilan atau lebih lama. Pada saat itu menurut peneliti kondisi sudah ada pengaruh pada perkembangan bayi.

Gula darah ekstra yang mengalir ke rahim bertindak sebagai makanan ekstra dan mendorong pertumbuhan bayi yang cepat. Akibatnya tubuh bayi menjadi lebih besar dari ukuran rata-rata dan hal ini bisa jadi masalah saat proses persalinan.

"Rekomendasinya skrining harus dilakukan pada minggu 24 sampai minggu 28, tapi praktiknya banyak yang di minggu 28. Temuan kami ini mengindikasikan seharusnya skrining dimajukan menjadi di minggu 24 dan hal itu masih sesuai dengan rekomendasi yang ada," ujar salah satu peneliti Profesor Gordon Smith seperti dikutip dari BBC.

Alasan mengapa skrining perlu dilakukan secepatnya pada rentang waktu tertentu tersebut adalah karena memang efek diabetes gestational sulit dideteksi bila skrining terlalu cepat. Pada usia kehamilan ke-20 minggu belum ada tanda-tanda bayi besar.

Friday, September 9, 2016

15 Diet yang Boleh dan Tidak Boleh Dilakukan Penderita Asam Urat

Naik atau turunnya kadar asam urat dalam darah sangat dipengaruhi dari diet yang Anda jalani. Untuk menurunkan kadar asam urat dalam darah, ahli kesehatan biasanya akan menyarankan Anda agar membuat sedikit perubahan dalam diet, seperti menghindari mengonsumsi daging sapi gulung (beef rools) dan memperbanyak asupan sayuran berdaun hijau dan makanan yang tinggi serat.

Dr. Sharad Kasarle, ilmuwan kepala dari DSK Nutrition Research Center Pvt. Ltd India, membantu penderita asam urat dengan merumuskan daftar makanan yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi. Daftar makanan ini dilansir di situs India Times.

Mengontrol asam urat dengan nutrisi: Tips 1
Makanan tinggi serat
Menurut Maryland Medical Center, meningkatkan asupan makanan tinggi serat akan membantu menurunkan kadar asam urat dalam darah. Serat pangan akan membantu penyerapan asam urat dari aliran darah Anda, yang kemudian akan dikeluarkan dari tubuh Anda melalui ginjal. Tingkatkan konsumsi makanan tinggi serat seperti isabgol, oat, bayam, brokoli dan lain-lain.

Mengontrol asam urat dengan nutrisi: Tips 2
Minyak zaitun cold extraction
Minyak zaitun cold extraction adalah minyak zaitun yang tidak dipanaskan di suhu tertentu (biasanya 80°C) selama pemrosesan. Proses ini akan mempertahankan nutrisi yang terkandung di dalamnya. Berbeda dengan minyak mentega atau minyak nabati yang telah dipanaskan (minyak tengik), minyak zaitun cold extraction tidak akan menghancurkan vitamin E dalam tubuh Anda, yang mana vitamin E diperlukan untuk mengontrol kadar asam urat darah. Minyak zaitun akan mencegah produksi asam urat yang berlebih, yang biasanya terkait dengan penggunaan minyak tengik,

Mengontrol asam urat dengan nutrisi: Tips 3
Konsumsi vitamin C
Untuk membantu menurunkan kadar asam urat dalam darah Anda, rutinlah mengonsumsi vitamin C 500 mg sehari. Penurunan asam urat akan terjadi dalam satu atau dua bulan berikutnya.

Mengontrol asam urat dengan nutrisi: Tips 4
Hindari produk bakery
Hindari mengonsumsi cake, kue kering, cookies dan makanan-makanan manis lainnya yang kaya akan lemak jenuh dan lemak trans.

Mengontrol asam urat dengan nutrisi: Tips 5
Ekstrak biji seledri
Ekstrak biji seledri juga termasuk obat alami yang populer untuk asam urat. Tanaman seledri sudah sejak lama digunakan untuk mengatasi asam urat, rematik, dan radang sendi. Seledri mengandung zat penenang, antioksidan, sebagai diuretik ringan dan dianggap sebagai antiseptik saluran kemih. Pada kasus lain, seledri juga digunakan untuk mengatasi insomnia, kecemasan dan gangguan saraf. Selain bijinya, akar tanaman ini juga sering digunakan sebagai obat herbal.

Mengontrol asam urat dengan nutrisi: Tips 6
Makanan yang kaya antioksidan
Buah-buahan dan sayuran seperti paprika merah, tomat, blueberry, brokoli, dan anggur merupakan sumber makanan yang kaya akan 'vitamin' antioksidan. Antioksidan adalah 'vitamin' yang mencegah molekul radikal bebas menyerang sel jaringan otot dan organ Anda, dan dapat membantu menurunkan kadar asam urat dalam darah.

Mengontrol asam urat dengan nutrisi: Tips 7
Ceri
Buah ceri mengandung senyawa kimia yang akan membantu menetralkan asam urat. Dengan mengonsumsi buah ceri, tubuh Anda akan menghilangkan asam urat berlebih sebagai limbah. Sebagian peneliti kesehatan merekomendasikan mengonsumi 30 sampai 40 buah ceri setiap empat jam selama terjadi serangan asam urat.

Mengontrol asam urat dengan nutrisi: Tips 8
Sari cuka apel
Sari cuka apel dapat membantu menurunkan kadar asam urat yang tinggi dengan mengubah nilai pH darah Anda. Tapi ini harus sari cuka apel yang belum disuling alias mentah, dan belum dipasteurisasi.

Mengontrol asam urat dengan nutrisi: Tips 9
Lemak jenuh dan lemak trans
Semua zat kimia ini akan mempengaruhi trigliserida, jenis lemak yang dapat menyumbat arteri dan meningkatkan risiko terkena serangan jantung dan stroke.

Mengontrol asam urat dengan nutrisi: Tips 10
Pemanis tinggi fruktosa dari jagung
Ini adalah jenis pemanis yang umum digunakan pada minuman ringan dan makanan olahan lainnya yang dapat meningkatkan kadar trigliserida dan asam urat Anda.

Mengontrol asam urat dengan nutrisi: Tips 11
Minum banyak cairan
Minum cairan minimal 4 liter setiap hari (terdiri dari cairan dan dari makanan) akan membantu menawarkan asam urat dalam darah. Air adalah media yang akan membuat ginjal mengeluarkan sampah dan racun dari tubuh Anda.

Mengontrol asam urat dengan nutrisi: Tips 12
Hindari diet tinggi protein
Juga hindari diet tinggi protein penurun berat badan yang dapat menyebabkan tubuh Anda memproduksi terlalu banyak asam urat (hiperurikemia)

Mengontrol asam urat dengan nutrisi: Tips 13
Batasi asupan daging, unggas dan ikan
Batasi asupan daging, unggas dan ikan. Protein hewani ini tinggi purin dan akan mengakibatkan naiknya kadar asam urat dalam tubuh.

Mengontrol asam urat dengan nutrisi: Tips 14
Hindari penggunaan alkohol
Alkohol akan mengganggu pengeluaran asam urat dari tubuh Anda. Minum bir diyakini memiliki hubungan dengan munculnya serangan asam urat. Jika Anda rentan terhadap serangan asam urat, sebaiknya hentikan mengonsumsi alkohol.

Mengontrol asam urat dengan nutrisi: Tips 15
Pilih karbohidrat kompleks
Makanlah lebih banyak biji-bijan, buah-buahan dan sayur-sayuran, dan kurangi konsumsi karbohidrat olahan seperti roti putih, kue dan permen. Makanan yang kaya akan karbohidrat kompleks akan menimbulkan perasaan kenyang yang lama, yang akhirnya akan mencegah Anda makan terlalu banyak dan tentunya juga berguna untuk menjaga berat badan yang ideal.

Friday, August 19, 2016

12 Gejala Penyakit Ginjal yang Tidak Boleh Anda Abaikan

Banyak orang yang tidak menyadari bahwa mereka sesungguhnya sedang terkena penyakit ginjal. Hal ini karena gejala atau tanda penyakit ginjal memang seringkali tidak tampak. Gejala penyakit ginjal mungkin saja tidak tampak hingga penyakitnya mencapai kondisi kritis. Tidak hanya orang yang tua atau terlihat lemah, penyakit ginjal juga rentan pada orang yang masih muda.

Mengetahui gejala-gejala dini penyakit ginjal adalah hal sangat penting, dengan begitu penyakit ginjal akan lebih efektif diobati. Penyebab sakit ginjal banyak sekali, penyebab utamanya adalah diabetes dan hipertensi. Gaya hidup yang tidak sehat dengan mengonsumsi makanan berkalori tinggi dan obat-obatan tertentu akan mempercepat kerusakan ginjal Anda. Selain itu, terlalu banyak meminum softdrink dan mengonsumsi gula juga dapat menyebabkan kerusakan ginjal. 

Berikut adalah 12 gejala yang menunjukkan bahwa ada sesuatu yang salah pada ginjal Anda:

Perubahan air kemih
Gejala awal penyakit ginjal adalah perubahan dalam jumlah dan frekuensi buang air kecil Anda. Mungkin akan terjadi peningkatan atau penurunan dalam jumlah dan frekuensi kemih Anda, terutama pada malam hari. Warna air kemih juga bisa terlihat lebih gelap dari biasanya. Anda mungkin juga merasa ingin buang air kecil, namun sesampai di kamar mandi Anda tidak dapat mengeluarkannya.

Sulit atau sakit saat kemih
Terkadang Anda akan mengalami kesulitan atau nyeri atau merasa adanya tekanan saat buang air kecil. Infeksi pada saluran kemih dapat menyebabkan gejala seperti rasa sakit dan terbakar saat buang air kecil. Ketika infeksi ini sudah menyebar ke ginjal, maka akan menyebabkan demam dan nyeri di punggung Anda.

Darah dalam air kemih
Ini merupakan gejala dari penyakit ginjal yang perlu mendapat perhatian lebih. Hal ini memang bisa saja disebabkan karena kondisi lain di luar penyakit ginjal. Namun sekali saja Anda mengalami hal ini, segera periksakan ke dokter.

Pembengkakan
Ginjal bertugas mengeluarkan sampah/limbah dan cairan berlebih dari tubuh Anda. Ketika ginjal tidak lagi mampu mengerjakan tugasnya dengan baik, maka cairan berlebih ini akan menumpuk dan menyebabkan pembengkakan di tangan, kaki, pergelangan kaki, bahkan di wajah Anda.

Kelelahan atau kelemahan yang ekstrem
Ginjal Anda memproduksi hormon yang disebut eritropoietin yang membantu dalam proses pembentukan sel darah merah yang tugasnya membawa oksigen ke seluruh tubuh. Pada penyakit ginjal, yang kurang memproduksi eritropoietin, akan terjadi penurunan jumlah sel darah merah sehingga menyebabkan anemia. Pengiriman oksigen ke sel-sel akan menurun dan akhirnya menyebabkan kelemahan dan kelelahan yang ekstrem.

Pusing atau ketidakmampuan untuk berkonsentrasi
Anemia yang terkait dengan penyakit ginjal juga akan menyebabkan suplai oksigen ke otak Anda berkurang, yang akhirnya akan menyebabkan pusing dan masalah dengan konsentrasi.

Perasaan dingin sepanjang waktu
Jika Anda menderita penyakit ginjal, Anda mungkin akan merasakan perasaan dingin bahkan ketika berada di tempat yang hangat, hal ini juga terkait dengan anemia. Pielonefritis (infeksi ginjal) akan menyebabkan demam yang disertai perasaan menggigil.

Ruam kulit dan gatal-gatal
Ginjal yang gagal artinya tidak mampu membuang kotoran, sampah, limbah dari tubuh Anda. Akibatnya akan terjadi gatal dan ruam kulit yang parah.

Mulut atau napas beraroma amonia atau logam
Gagal ginjal akan meningkatkan kadar urea dalam darah, disebut uremia. Urea ini akan dipecah menjadi amonia oleh saliva (air liur) yang akhirnya menimbulkan bau amonia atau urin pada mulut atau napas. Penderita gagal ginjal biasanya juga merasakan rasa logam di mulut (dysgeusia).

Mual dan muntah
Penumpuk sampah dan limbah dalam darah pada penyakit ginjal akan menyebabkan perasaan mual dan muntah.

Sesak napas
Penyakit ginjal menyebabkan cairan menumpuk di paru-paru, dan terjadi anemia yang menyebabkan tubuh Anda kekurangan oksigen. Anda mungkin mengalami kesulitan bernapas.

Nyeri pada sisi atau belakang
Sebagian kasus penyakit ginjal akan menimbulkan rasa sakit. Anda mungkin merasakan nyeri hebat yang menyebar dari punggung bawah ke pangkal paha jika ada batu ginjal di ureter. Nyeri ini juga bisa terjadi karena penyakit ginjal polikistik, gangguan ginjal warisan (keturunan), yang menyebabkan banyak kista yang berisi cairan pada ginjal. Interstitial cystitis, radang kronis pada dinding kandung kemih, akan menyebabkan rasa sakit dan ketidaknyamanan yang kronis.

Sangat penting untuk mengetahui gejala-gejala awal penyakit ginjal karena dalam banyak kasus ginjal yang rusak tidak dapat disembuhkan. Segera periksakan ke dokter apabila Anda mengalami satu atau beberapa gejala diatas. Jika diketahui sejak dini, penyakit ginjal bisa diobati dengan efektif.

Friday, August 5, 2016

Jangan Abaikan Pentingnya Medical Check-up

Masyarakat urban masa kini sering kali meremehkan pentingnya memeriksakan kesehatan mereka secara berkala, sebab asumsi umum yang berkembang ialah orang-orang hanya akan mendatangi tenaga medik jika terjatuh sakit. Namun ternyata paham tersebut adalah salah besar.

Medical check-up atau pemeriksaan kesehatan adalah salah satu upaya untuk mendeteksi adanya kelainan yang terjadi pada tubuh manusia, walaupun belum timbul gejala.

Menurut Dr. dr. Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH, MMB, FINASIM, FACP, seorang praktisi klinis sekaligus dosen Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) RSCM, mengatakan, "Beberapa keadaan sakit hanya akan diketahui kalau kita melakukan check-up."

Dokter Ari pun menerangkan beberapa penyakit tidak menular (PTM) seperti kencing manis (DM), kadar kolesterol dan trigliserida yang tinggi, kadar asam urat yang tinggi, hipertensi, dan gangguan jantung, akan hanya terdeteksi melalui pemeriksaan apotek terdekat dan laboratorium.

Namun, banyak dari masyarakat khususnya di ibukota Jakarta yang masih kurang sadar dalam melakukan pemeriksaan kesehatan berkala, yang bisa menyebabkan PTM serius seperti diabetes, obesitas, dan hipertensi semakin meningkat.

Dokter Ari pun menyarankan untuk orang dewasa berusia 40 tahun ke atas agar rutin melakukan pemeriksaan kesehatan untuk mencegah berkembangnya PTM dalam tubuh.

Friday, July 15, 2016

Dokter: 60 Persen Masyarakat Indonesia Tidak Sadar Idap Diabetes

yogyakarta, Sekitar 60 persen pengidap diabetes di Indonesia tidak menyadari kalau terkena diabetes. Kebanyakan datang ke dokter dalam kondisi sudah komplikasi dan sudah parah.

Hal itu disebabkan masyarakat Indonesia tidak mengetahui sejak awal gejala-gejala terkena diabetes. Oleh karena itu perlu sedini peningkatan kesadaran masyarakat akan penyakit tersebut.

"Lebih dari 60 persen pengidap diabetes tidak sadar kalau terkena diabetes. Kebanyakan datang ke dokter dalam kondisi sudah komplikasi," ungkap Ahli Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Gadjah Mada (UGM) dr R. Bowo Pramono, Sp.Pd.KEMD(K) di kampus Universitas Gadjah Mada (UGM), Bulaksumur, Yogyakarta, Rabu (6/4/2016).

Dia mengatakan diabetes melitus (DM) masih menjadi persoalan kesehatan serius dunia. Indonesia merupakan negara yang berada di urutan ke-4 dengan prevalensi diabetes tertinggi di dunia setelah India, China, dan Amerika Serikat (AS). Jumlah pengidap diabetes terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, terutama untuk DM tipe 2.

"Data WHO memperkirakan jumlah penderita DM tipe 2 di Indonesia akan meningkat signifikan hingga 21,3 juta jiwa pada 2030 mendatang," katanya.

Menurut Bowo saat ini penting sekali adanya peningkatan kesadaran masyarakat untuk lebih mengenali gejala diabetes sedini mungkin. Terdapat tiga gejala klasik diabetes yang dikenal dengan istilah 3 P yaitu poliuri atau sering buang air kecil, polifagi atau sering merasa lapar, dan polidpsi atau sering merasa haus. Disamping itu juga mengalami penurunan berat badan tanpa disertai dengan sebab yang jelas.

"Gejala-gejala ini memang kerap tidak diperhatikan sebagai keadaan yang harus dikhawatirkan sehingga tidak ada langkah untuk melakukan pemeriksaan ke dokter," papar dia.

Dia menambahkan, peringatan Hari Kesehatan Sedunia Kamis (7/1/2016) besok akan mengangkat tema upaya pengentasan diabetes. Menurutnya diabetes bukanlah suatu openyakit yang mematikan. Namun penyakit yang timbul akibat peningkatan kadar gula dalam darah ini bisa mematikan apabila terjadi komplikasi.

"Prinsipnya harus rajin check up setahun dua kali. Tidak perlu khawatir," kata Bowo.

Untuk menekan risiko terkena diabetes lanjut dia, masyarakat harus lebih memperhatikan kesehatan dengan menjalani pola hidup sehat. Caranya antara lain dengan makan sesuai dengan kebutuhan dengan komposisi nutrisi seimbang dan melakukan olahraga secara rutin.

"Pencegahan primer dilakukan dengan menjaga agar orang yang berisiko diabetes tidak sampai terkena diabetes karenanya perlu dilakukan skrining," katanya.

Untuk pencegahan sekunder dilakukan agar penderita diabetes tidak mengalami komplikasi akut. Sebab bila DM tidak dikelola dengan baik akan menyebabkan komplikasi kronis seperti stroke, serangan jantung, gangguan syaraf tepi, dan amputasi. Demikian pula dengan pencegahan tersier perlu dilakukan agar penderita diabetes yang terkena komplikasi tidak mengalami cacat, amputasi, bahkan kematian.(bgs/up

Friday, July 1, 2016

Jangan Tunggu Komplikasi, Cek Gula Darah Rutin Sedini Mungkin!

Jakarta, Sediakan waktu khusus untuk cek kesehatan dan konsultasi ke dokter, terutama berkaitan dengan diabetes. Tujuannya supaya diabetes tak sampai muncul komplikasi.

Seperti disampaikan oleh Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes RI, dr H.M Subuh, MPPM, bahwa saat ini masih banyak orang yang enggan cek kesehatan sedini mungkin. Mereka justru barubmau ke dokter saat komplikasi sudah muncul.

"Dua pertiga pasien itu tidak tahu kalau dirinya kena diabetes. Padahal cek kesehatan rutin itu sangat dianjurkan," tutur Subuh dalam temu media di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (31/3/2016).

Ia melanjutkan, menanggapi masalah ini pihaknya akan meningkatkan akses masyarakat agar bisa lebih mudah memeriksakan diri ke pusat pelayanan kesehatan. Menurutnya, kesadaran masyarakat bisa terbangun jika lingkungan juga mendukung.

"Bagaimana tidak mau diabetes, naik pesawat disediakan permen manis, di hotel juga. Bangun gedung tangganya disembunyikan, yang diperlihatkan malah lift-nya. Masyarakat jadi berisiko tinggi. Komplikasi diabetes itu dari ujung kepala sampai kaki lho," terangnya.

Ditambahkan oleh dr Em Yunir, SpPD dari RS Cipto Mangunkusumo Jakarta, bahwa ketidaksadaran masyarakat untuk cek kesehatan menjadi kunci mengapa diabetes tak bisa dikendalikan.

"Perlu diluruskan, tahu penyakit sejak awal membuat pengobatan lebih baik, bukannya malah bikin repot seperti yang orang-orang pikir," imbuh dr Yunir.

Friday, June 24, 2016

7 Penyebab BAB Tidak Lancar

Meski jarang membahayakan, namun konstipasi sangat menganggu kenyamanan. Perut kembung dan sebah, tak jarang berjalan pun harus menahan sakit. Konstipasi bisa disebabkan banyak hal, di antaranya:

1. Pola makan yang buruk
Rendah serat, gorengan, gula tinggi, makanan instan beku, susu berlebihan, dan lain sebagainya. Pola makan buruk adalah penyebab utama konstipasi.

2. Dehidrasi
Jika tidak ada cukup air untuk membuang kotoran di dalam usus, itu sama saja dengan mencoba mendorong bongkahan tanah atau semen ke luar dari pipa. Tentunya, ini sulit dilakukan. Air membantu proses BAB lebih lancar, karena kotoran manusia, 75 persennya terdiri dari air.

3. Kopi
White coffee dapat memicu gerak otot pencernaan, minum kopi terlalu banyak bisa membuat Anda dehidrasi, yang akhirnya berujung sembelit.

4. Obat-obatan tertentu
Selalu berkonsultasi dengan dokter Anda, jika Anda memiliki masalah dengan sembelit dan obat resep. Jika Anda ingin mengonsumsi obat atau suplemen yang dijual bebas, konsultasikan dengan dokter.
Opiat, narkotika, obat penghilang rasa sakit seperti aspirin dan ibuprofen, antidepresan, obat-obatan tekanan darah tinggi, diuretik, antasida dan suplemen zat besi dan kalsium, bisa menjadi penyebab sembelit.

5. Sering menunda BAB
Menunda fungsi alami tubuh dapat memperburuk dan melumpuhkan kemampuan sistem pencernaan. Jangan malu, untuk BAB di toilet umum jika terpaksa ketimbang harus menahannya. Semua orang pernah melakukannya.

6. Kurang aktivitas fisik/olahraga
Olahraga baik untuk otot, baik yang di luar maupun di dalam. Gerak fisik membantu menstimulasi kontraksi natural otot pencernaan yang bertugas mendorong kotoran ke luar dari tubuh.

7. Gejala penyakit tertentu
Hipotiroid, diabetes, depresi, radang usus, gangguan saraf degeneratif dan gangguan autoimun bisa didahului dengan gejala konstipasi.
Perbanyak konsumsi serat alami dari sayur dan buah, minum air putih yang cukup dan rutin berolahraga adalah cara paling ampuh mencegah dan mengatasi konstipasi.

Friday, June 10, 2016

Ikan Gabus Terbukti Dapat Obati Diabetes

Ikan Gabus ternyata memiliki khasiat sebagai obat untuk kesehatan manusia. Peneliti Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, membuktikan, bahwa ekstrak Ikan Gabus dapat menjadi obat penyakit diabetes.

Dalam penelitian ini, para peneliti melakukan penelitian pada hewan uji. Hasil yang didapat pada hewan uji, ekstrak ikan Gabus dapat menurunkan kadar gula darah dan memperbaiki jaringan pankreas yang rusak.

"Kerusakan jaringan pankreas sendiri, dapat menyebabkan terjadinya hiperglikemik atau kadar gula berlebih dalam darah," kata salah satu peneliti, Dr Dewi Hidayati SSi MSi, Sabtu (2/4/2016).

Dewi mengungkapkan, sebelumnya hewan uji telah diberi senyawa aloksan ke dalam tubuhnya. Senyawa ini bertujuan untuk merusak jaringan pankreas pada hewan uji. Setelah itu barulah hewan uji diberikan ekstrak ikan gabus. Tak lama kemudian, terlihat ekstrak ikan gabus mampu meregenerasi jaringan pankreas yang sebelumnya rusak akibat pemberian senyawa aloksan.

“Sebesar 69,78 persen jaringan pankreas dapat kembali normal,” jelasnya. Lalu, apakah ekstrak ikan Gabus juga bisa mengobati impotensi akibat diabetes yang diderita pria?

Berdasarkan hasil penelitian, ekstrak ikan Gabus ternyata tidak hanya memulihkan jaringan pankreas, tapi juga berhasil meregenerasi jaringan testis hewan uji. Rencananya, riset tentang manfaat ikan Gabus ini juga akan dikembangkannya dalam hal molekular.

“Pendekatan molekular ini dapat menjadi ilmu baru dalam bidang pengobatan di Indonesia,” tuturnya.
Dewi berharap, ekstrak ikan asli penghuni perairan Indonesia yang ditelitinya bersama tim, dapat menjadi obat diabetes alternatif yang efektif, murah, dan mudah didapat oleh masyarakat. 

Berdasarkan penelitiannya yang berjudul "Blueprint for Change", penderita diabetes di Indonesia tercatat mencapai 7,6 juta orang. Sebanyak 41 persen di antaranya tidak mengetahui kondisi kesehatannya, dan 39 persen tidak mendapatkan pengobatan. Sisanya, hanya 0,7 persen penderita diabetes yang mendapatkan pengobatan dengan tepat.

Padahal, diabetes mellitus (DM) merupakan salah satu jenis penyakit penyebab kematian tertinggi ke-6 di Indonesia. Sayangnya, kebanyakan penderitanya tidak sadar mengidap penyakit ini dikarenakan kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai gejala-gejala yang timbul. Selain itu, biaya pengobatan  yang harus dikeluarkan juga terbilang mahal.

Friday, May 20, 2016

Agar Sehat, "Bergaul" Sama Pentingnya dengan Olahraga



Salah satu kunci hidup sehat sampai tua bukan hanya rutin berolahraga dan menjaga pola makan, tapi juga memiliki ikatan sosial yang kuat dengan sekitarnya.

Kurang bergaul alias tidak memiliki hubungan sosial dianggap berakibat buruk bagi kesehatan, sama halnya seperti obesitas, inflamasi, dan tekanan darah tinggi.

"Berdasarkan hasil studi ini, sangat penting mendorong remaja dan orang muda untuk membangun keterampilan sosial dalam berinteraksi dengan orang lain, seperti halnya memiliki pola makan yang sehat dan aktif secara fisik," kata Kathleen Mullan Harris dari Universitas North Carolina Chapel Hill, yang melakukan riset.

Dalam penelitiannya itu, disimpulkan bahwa seseorang bisa panjang umur jika mereka memiliki hubungan sosial yang baik. Kaitan sosial yang dimiliki akan mengurangi risiko kesehatan di setiap tahapan hidup.

Dampak dari kurang bergaul itu ternyata bukan hanya dirasakan mental, tapi juga fisik. Sudah banyak juga penelitian yang mengupas dampak kesepian bagi kesehatan.

Pada remaja, isolasi sosial akan meningkatkan risiko inflamasi seperti halnya kurang berolahraga.  Sementara itu, di usia lanjut, isolasi sosial lebih berefek negatif dibandingkan diabetes dan hipertensi.

Di usia dewasa, bukan koneksi sosial yang penting, tetapi apakah pergaulan itu memberikan dukungan sosial atau tidak.

"Kaitan antara kesehatan dan level ikatan sosial sangat terasa di awal dan akhir kehidupan. Sementara di usia pertengahan, yang penting adalah kualitasnya, bukan kuantitas pertemanan," kata Harris.

Friday, May 6, 2016

7 Fakta Penting tentang Demam Berdarah


Kasus demam berdarah dengue (DBD) masih belum berakhir. Pada akhir Januari lalu, Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan ada 107 kabupaten yang melaporkan serangan DBD dengan 1.669 kasus. Tercatat 22 penderita meninggal dunia, sehingga rata-rata angka kematian DBD pada Januari 2016 adalah 1,3 persen.

Lima tahun terakhir kejadian DBD berkisar empat hingga 103 kejadian dengan sekitar 630 hingga 8.056 kasus. Jumlah kematian akibat DBD berkisar satu hingga 144. Dengan statistik tersebut, rata-rata angka kematian karena DBD selama lima tahun terakhir, artinya berkisar 0,1 hingga 1,8 persen.

DBD adalah penyakit seperti flu yang disebabkan oleh salah satu dari empat jenis virus dengue yang ditularkam oleh nyamuk Aedes aegypti betina. DBD biasanya ditemukan di daerah tropis dan subtropis.

Di daerah yang lebih utara, penyakit ini ditularkan oleh Aedes albopictus, yang dapat menahan suhu dingin. Manusia tidak dapat menginfeksi satu sama lain, tapi bisa menginfeksi nyamuk yang menggigitnya, untuk kemudian ditularkan ke manusia lain.

Apa saja gejalanya? 

Sekitar setengah dari orang yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala, menurut Centers for Disease Control and Prevention. Setengah lainnya tidak begitu beruntung.

Empat sampai 10 hari setelah digigit, mereka mungkin mengalami demam hingga 40 derajat Celcius bersama dengan sakit kepala parah, nyeri otot, sendi dan area di belakang mata.


Tidak jarang penderita merasa seolah-olah tulang mereka mau copot. Karenanya, ada juga orang yang menyebut DBD sebagai demam tulang (breakbone dengue).

Seberapa seriuskah DBD itu? Puluhan juta pasien dirawat di rumah sakit setiap tahun, tetapi kebanyakan dari mereka sembuh setelah dua sampai tujuh hari.

Beberapa orang mengalami penurunan suhu setelah menderita demam, tapi kemudian suhu badan naik lagi. Demam kedua ini adalah bentuk DBD yang lebih parah dan dapat menyebabkan kerusakan organ, pendarahan parah, dehidrasi dan bahkan kematian.

Bagaimana cara pengobatannya? 
Pasien diberi obat untuk meredakan gejala mereka dan diminta minum banyak air dan istirahat.

Apakah kita bisa menderita DBD lebih dari sekali? 
Setelah Anda sembuh dari infeksi dengue pertama, Anda kebal terhadap jenis tertentu dari virus tersebut tetapi tidak untuk tiga jenis lainnya.
Banyak negara menjadi 'rumah' bagi empat jenis virus dengue. Seseorang yang terinfeksi untuk kedua kalinya, lebih berisiko untuk mengembangkan gejala yang lebih parah.

Nyamuk yang membawa virus demam berdarah juga dapat membawa virus demam kuning dan virus chikungunya.

Seberapa tinggi angka kasus DBD saat ini? 
Organisasi Kesehatan Dunia memperkirakan 50-100 juta orang terinfeksi setiap tahun (studi tahun 2013 menunjukkan jumlah lebih tinggi yaitu 400 juta).

Mengapa angkanya begitu tinggi? 
Globalisasi termasuk pemanasan global menjadi dua di antara sekian banyak penyebabnya. Nyamuk dapat bersembunyi dan berkembang biak di barang-barang yang diperdagangkan. Wisatawan yang terinfeksi juga dapat menyebarkan penyakit ini.

Pemanasan global menyebabkan musim menjadi kacau, sehingga banyak penyakit datang di waktu-waktu yang tidak terduga. Suhu Bumi naik menyebabkan nyamuk berkembang biak dengan lebih pesat.

Bagaimana kita menghentikannya? Saat ini, upaya pencegahan masih fokus pada penyemprotan lingkungan dengan pestisida, meski ada ancaman modifikasi genetik dapat terjadi pada nyamuk yang terkena pestisida tapi tidak mati.

Orang-orang juga mengandalkan kelambu dan losion antinyamuk. Selain itu, membersihkan tempat-tempat di mana terdapat air tergenang. Saat ini, vaksin DBD sudah ditemukan tetapi belum masuk ke Indonesia.

Friday, April 22, 2016

Saat Perut Kosong, Hindari Minum Obat Ini



Ketika sebuah obat diberi label "konsumsi setelah makan", sebaiknya ikuti instruksi tersebut. Kepatuhan kita bisa mencegah efek negatif seperti mual atau gangguan perut lainnya.

Beberapa jenis obat memang bekerja lebih baik jika dikonsumsi setelah makan. Hal ini karena obat tersebut dapat diserap lebih baik dalam darah.

Berikut adalah beberapa obat yang sebaiknya dihindari saat perut kosong.

1. Antibiotik
Setiap jenis antibiotik bekerja dalam mekanisme berbeda, termasuk diantaranya harus diminum setelah makan. Antibiotik yang sebaiknya dikonsumsi setelah makan antara lain amoksilin, augmentin, dan clofazimine.

2. Metformin
Metformin adalah obat untuk diabetes tipe 2 atau awam biasa menyebutnya penyakit kencing manis. Obat ini sebaiknya diminum setelah makan untuk menghindari nyeri perut. Makan sebelum minum obat juga mencegah gula darah terlalu rendah.

3. Pil KB
Minum pil KB pada waktu yang sama setiap hari sangat penting agar kontrasepsi ini efektif. Tetapi yang tak kalah penting adalah mengonsumsinya setelah makan. Tujuannya untuk mengurangi rasa mual.

4. Antasida
Obat antasida bekerja untuk mengurangi rasa terbakar di dada (heartburn) dan gangguan pencernaan dengan cara menetralisir asam lambung. Sebaiknya konsumsi obat ini satu jam setelah makan atau sambil makan. Namun jika nyeri lambung muncul di malam hari, tak perlu konsumsi antasida setelah makan.

5. Prednison
Ini merupakan jenis obat yang biasanya berbentuk pil atau cair. Obat Prednison diresepkan untuk orang dengan kadar kortikosteroid rendah. Sebaiknya konsumsi obat ini setelah makan atau minum susu untuk mencegah iritasi usus. Bila diminum dalam bentuk cair, disarankan meminumnya bersama dengan jus atau makanan lembut.

6. Pereda nyeri
Nonsteroidal Anti-Inflammatory Drugs (NSAIDs) biasanya dipakai untuk mengatasi nyeri dengan cara menghambat prostaglandin, reseptor nyeri tubuh. Contohnya adalah aspirin atau ibuprofen.

Obat golongan ini juga dipakai untuk mengobati nyeri sakit kepala, sakit gigi, artritis, atau nyeri menstruasi. Konsumsi obat ini setelah makan untuk mencegah gangguan pencernaan atau perdarahan pada lambung.

7. Pereda nyeri golongan narkotik
Berbeda dengan obat golongan NSAIDs, pereda nyeri golongan narkotik bekerja dengan mengurangi sinyal nyeri di otak. Obat ini memiliki efek samping menyebabkan mual dan muntah. Karenanya sebaiknya diminum setelah makan.

Tuesday, April 5, 2016

Kedisiplinan Minum Obat Jadi Kunci Kesembuhan TB


Penderita tuberkulosis diwajibkan minum obat sampai tuntas sesuai dosis. Jika putus berobat, kuman tuberkulosis bisa kebal pada obat sehingga terapi lebih lama dan mahal serta peluang kesembuhan lebih kecil.

Menteri Kesehatan Nila Moeloek mengatakan, semua pasien TB wajib minum obat hingga tuntas. "Disiplin dan keinginan kuat sembuh perlu dijaga. Jika tak minum hingga tuntas, bisa kena TB lebih berbahaya," ujarnya pada acara Gerakan Keluarga Menuju Indonesia Bebas TB melalui TOSS TB:
Temukan TB Obati Sampai Sembuh, di Rusunawa Marunda, Jakarta Utara, Sabtu (2/4). Acara itu untuk memperingati Hari TB Sedunia tanggal 24 Maret.

Budi Hermawan (38), mantan pasien TB dengan kuman resisten obat (TB MDR), mengaku sulit berobat hingga tuntas. "Berat minum obat bertahun-tahun tanpa putus. Ini butuh dukungan keluarga dan tenaga medis untuk menjaga konsistensi pengobatan," ujar Budi yang sembuh pada 2013 setelah sakit sejak 2003.

Tuberkulosis disebabkan kuman Mycobacterium tuberculosis yang ditularkan melalui dahak penderita. Gejalanya antara lain batuk berdahak bercak darah lebih dari dua minggu, sesak napas, berat badan turun drastis, dan berkeringat saat malam. Penyakit itu bisa disembuhkan lewat pengobatan selama enam bulan. Jika putus berobat, kuman TB jadi kebal terhadap obat.
Kuman lebih ganas

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes M Subuh mengatakan, gejala TB MDR sama dengan TB, tetapi peluang kesembuhan lebih kecil karena kebal obat lama dan kuman lebih ganas. Jadi, pasien TB MDR harus minum obat selama 24 bulan. Harga obat TB MDR Rp 100 juta, lebih mahal ketimbang obat TB yang berkisar Rp 400.000 sampai Rp 1,2 juta.

"Obat TB tersedia di puskesmas dan rumah sakit umum daerah gratis," ujarnya. Data Kemenkes 2015 mencatat ada 400.000 kasus TB. Jumlah kasus TB MDR 1.840 orang, 1.547 pasien di antaranya sembuh.

Menurut Nila, pemerintah mencegah penyebaran TB melalui program ketuk pintu TB, yakni tenaga kesehatan mengunjungi rumah warga untuk memeriksa TB. Pihaknya juga aktif menemukan TB dan obati sampai sembuh. Cara lain adalah menjaga kebersihan lingkungan.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, pihaknya menciptakan lingkungan bersih bagi warga, termasuk memindahkan warga dari permukiman kumuh ke rusun. "Saya pastikan akses air bersih, sanitasi dijaga, dan tersedia fasilitas kesehatan," ujarnya. (C11)

Friday, February 5, 2016

6 Alasan Mengapa Jangan Merokok Dekat Anak





Rokok tak hanya merugikan orang yang menghisapnya, tetapi juga orang di sekitar yang terkena asap rokok alias menjadi perokok pasif. Dalam sebuah survei terbaru seperti dikutip dari Boldsky.com, lebih dari 1000 perokok pasif meninggal dunia setiap tahunnya karena terpapar asap rokok dari lingkungan sekitar mereka.


Lebih menyedihkan lagi, banyak orangtua merokok di depan anak-anak mereka. Padahal mereka tahu, paparan asap rokok akan memengaruhi kesehatan. Ketika anak-anak terpapar asap rokok, akan banyak masalah kesehatan yang terjadi baik jangka pendek maupun jangka panjang. Berikut efek buruk jika orangtua sering merokok di dekat anak.

1. Sindrom kematian mendadak pada bayi
Merokok di dekat anak Anda bisa meningkatkan risiko terjadinya sindrom kematian mendadak pada bayi atau sudden death infant syndrome (SDIS). SDIS biasanya terjadi pada bayi berusia di bawah 1 tahun. Asap rokok dikhawatirkan mengganggu jalan napas anak.

2. Pneumonia dan bronkitis
Bronkitis adalah peradangan yang terjadi di saluran udara utama pada paru-paru. Bronkitis bisa berkembang menjadi pneumonia. Pneumonia merupakan radang pada bagian paru-paru yang lebih dalam. Bronkitis dan pneumonia sering kali terjadi pada anak dengan ibu perokok atau sering terpapar asap rokok baik dari ibu maupun ayah.

3. Menghambat pertumbuhan paru-paru
Anak-anak yang masih dalam masa tumbuh kembang harus dijaga kesehatannya. Jika Anda sering merokok di dekat anak, maka itu bisa menghambat pertumbuhan paru-parunya. Zat-zat berbahaya dari rokok akan mudah masuk ke dalam paru-paru melalui saluran pernapasan anak.
Itulah mengapa, setelah merokok harus mengganti pakaian jika ingin menggendong bayi Anda. Sebab, kandungan berbahaya dari rokok melekat pada pakaian. Bahkan juga menempel di sofa jika Anda merokok dalam rumah

4. Infeksi telinga
Infeksi telinga tak hanya berisiko tinggi bagi para perokok, tetapi juga bagi anak Anda yang merupakan perokok pasif. Risiko infeksi telinga pada anak-anak dapat meningkat jika orangtua mengisi udara di rumah dengan asap rokok.

5. Masalah pernapasan ketika dewasa
Anak yang sering terpapar asap rokok akan lebih sering batuk-batuk. Anak juga lebih berisiko terserang asma. Dampak buruknya mungkin tak selalu terlihat saat anak masih kecil. Saat dewasa nanti, anak bisa memiliki masalah pada pernapasannya jika lingkungan sekitarnya adalah perokok.

6. Anak jadi perokok
Dampak negatif jika Anda selalu merokok di depan anak adalah kemungkinan besar mereka akan menjadi perokok saat mereka beranjak dewasa. Masalah kesehatan akan lebih buruk terjadi jika usia perokok semakin muda.

Untuk menghindari risiko ini, langkah terbaik bukan tidak merokok di depan atau dekat Anak, tetapi berhentilah merokok mulai dari sekarang!

Friday, January 15, 2016

Susahnya Membedakan Obat Palsu dan Asli





Peredaran obat palsu dan ilegal marak di Indonesia. Kondisi tersebut harus diwaspadai oleh masyarakat karena bukan hanya merugikan tapi juga berbahaya bagi kesehatan.

Sayangnya masyarakat memang tidak memiliki pengetahuan bagaimana membedakan obat asli dan yang palsu.

Farmakolog dari Departemen Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dokter Instiaty mengatakan, tak mudah membedakaan obat palsu dan asli secara kasat mata. "Kalau semua mirip ya, jadi harus uji laboratorium untuk memastikan mana obat palsu dan asli," kata Instiaty saat dijumpai di Pabrik PT Bayer Indonesia, Cimanggis, Jawa Bawat, Kamis (29/9/2015). 

Cara sederhana untuk membedakannya biasanya adalah dengan melihat perbedaan warna bungkus, label obat atau mengecek ada tidaknya ijin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan.
Akan tetapi, sering kali secara kasat mata obat palsu sangat mirip dan sulit dibedakan. Konsumen pun jarang memerhatikan label sebelum minum obat. 

Instiaty mengungkapkan, obat-obatan yang biasanya dipalsukan adalah obat yang kemasannya gampang ditiru, harga pembuatannya murah, dan banyak dibeli oleh orang. Contohnya, obat bentuk kapsul, viagra atau obat disfungsi ereksi, dan antibiotik.
"Viagra itu kalau orang beli mahal, jadi beli di warung-warung. Kita enggak tahu apa isinya," kata dia. 

Obat palsu bisa saja hanya berisi tepung atau obat yang komposisi atau kadar bahan pembuatnya tidak sama dengan obat asli. Tentunya obat itu tidak akan efektif untuk mengobati suatu penyakit. 

Untuk membeli obat sebaiknya sesuai resep dokter dan melalui apotek terpercaya karena sudah di bawah pengawasan BPOM. Jangan melalui obat resep di warung, apalagi situs online. Kemudian, curigalah jika harga obat lebih murah dari yang seharusnya.

Friday, January 1, 2016

Menjaga Kebersihan Organ Intim di Toilet Umum





Daerah intim lebih sensitif terhadap infeksi, karena beberapa alasan. Di antaranya adalah kulit organ intim lebih lembut dan sensitif. Selain itu, karena letaknya tersembunyi, daerah ini mudah terkontaminasi kuman dari feses dan air kemih. Penggunaan toilet yang tidak higienis, berisiko menyebabkan infeksi.


Penelitian menemukan, bahwa model toilet duduk berpenutup, lebih aman dibanding toilet tidak berpenutup. Model toilet tak berpenutup menghasilkan 500 sampai beberapa ribu bakteri di setiap sentimeter persegi area sekitarnya, tergantung pada seberapa sering toilet itu dibersihkan. 

Jadi, apa yang harus dilakukan untuk mengurangi risiko paparan kuman atau bakteri dari toilet umum?
Ada beberapa hal sederhana yang bisa Anda lakukan untuk menjaga kebersihan organ intim dan bagian tubuh lainnya, sejak masuk hingga ke luar dari toilet umum. Jadikan ini sebagai kebiasaan, setiap kali Anda harus “berhubungan” dengan toilet publik.

1.Siram. Sebelum menggunakannya, tutup toilet lalu siram atau flush dulu toilet. Ini akan mengurangi kotoran yang mungkin bisa terpercik ke tubuh, terutama area intim Anda.

2. Bersihkan dudukan toilet dengan tisu. Anda bisa membersihkannya dengan tisu yang tersedia atau tisu milik Anda sendiri. Itu akan memberikan sedikit perlindungan ekstra. Jika Anda ingin benar-benar tidak ada kontak kulit, gunakan tisu sebagai alas duduk. Setelah selesai, buang tisu ke tempat sampah.

3. Minimalkan menyentuh langsung benda-benda di dalam toilet umum. Misalnya, melapisi tombol flush dengan tisu sebelum memencetnya. Hal yang sama berlaku ketika memutar keran.

4. Perhatikan arah basuh. Ketika selesai BAB, Anda perlu membasuh diri dengan arah yang benar yaitu dari depan ke belakang. Jika dilakukan sebaliknya, itu sama saja menyebarkan kuman dari lubang pembuangan feses ke organ genital.
Keringkan organ genital dengan saksama supaya tidak mengundang infeksi jamur. Jamur sangat suka hidup di tempat lembab.

5. Nyalakan air di wastafel setengah putaran. Jika Anda menyalakan air sepenuh putaran, aliran yang keluar akan sangat deras. Setelah itu, air jatuh ke wastafel dan memercik ke tangan dan wajah Anda. Wastafel adalah salah satu tempat paling banyak kuman setelah lantai toilet umum.

6. Jangan meletakkan barang-barang Anda di lantai. Menurut ABC News Investigation, lantai adalah bagian dari toilet umum yang paling berkuman. Ada sekitar dua juta bakteri di lantai toilet yang siap bermigrasi ke tas yang Anda taruh di lantai.

7. Cuci tangan dengan saksama. Segeralah mencuci tangan dengan sabun setelah selesai buang air. Cuci tangan yang benar adalah sampai ke lengan dan sela-sela jari. Keringkan tangan sesudahnya. Akan lebih baik jika Anda mengeringkannya dengan tisu, ketimbang alat pengering. Karena, jika tidak rutin dibersihkan, alat pengering tangan adalah salah satu tempat berkumpulnya kuman.

8. Gunakan cairan antiseptik untuk membersihkan tangan sekali lagi setelah keluar toilet. Pegangan pintu, menurut Dr. Philip Tierno, MD., direktur klinik mikrobiologi dan diagnostik imunologi New York University Medical Center dan Mt. Sinai Medical Center, adalah salah satu area yang juga banyak kumannya.